Catatan Kuliah Bab 7
Pembekuan Pangan
Pembekuan
pangan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menjaga kualitas dari
bahan pangan, biasanya pembekuan ini mengubah bentuk cair ke bentuk padat.
Teknologi
pembekuan makanan adalah teknologi mengawetkan makanan dengan menurunkan
temperaturnya hingga di bawah titik beku air. Titik beku adalah suhu dimana
suatu benda cair berubah ke benda padat. Hal ini berlawanan dengan pemrosesan
termal, di mana makanan dipaparkan ke temperatur tinggi dan memicu tegangan
termal terhadap makanan, dapat mengakibatkan hilangnya nutrisi, perubahan rasa,
tekstur, dan sebagainya, atau pemrosesan kimia dan fermentasi yang dapat
mengubah sifat fisik dan kimia makanan.
Pada
grafik diatas kita dapat meihat perubahan yang terjadi akibat adanya
peningkatan suhu atau penurunan suhu pada suatu bahan pangan.
Pembekuan
pada umumnya dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
1. Pembekuan
langsung
Bahan pangan
atau makanan yang telah dikemas dengan permukaan logam yang telah didinginkan
dengan mensirkulasi cairan pendingin.
1. Pembekuan
tidak langsung
Bahan pangan atau makanan tidak langsung
mengenai objek yang didinginkan.
Metoda pembekuan
yang dipilih untuk setiap produk tergantung pada:
a. Mutu
produk dan tingkat pembekuan yang didinginkan.
b. Tipe
dan bentuk produk, pengemasan, dan lain-lain.
c. Fleksibilitas
yang dibutuhkan dalam operasi pembekuan.
d. Biaya
pembekuan untuk teknik alternatif.
Air
Blast Freezing adalah tipe pembekuan yang umum, yaitu ruang pendingin yang
diisi oleh udara yang didinginkan. Keuntungannya adalah, dengan memanfatkan
aliran konveksi, temperatur dingin dapat disebarkan hingga ke sudut ruangan
secara efisien, namun koefisien transfer panas konvektif udara cenderung kecil
sehingga pembekuan perlu dilakukan dalam waktu yang lebih lama akibat rendahnya
laju transfer panas. Semakin besar ruangan, semakin kecil kalor yang dapat
dipindahkan dalam satuan waktu tertentu. Hilangnya berat dari produk juga dapat
terjadi akibat kontak langsung antara produk dan air yang mampu mengangkat
kandungan air dalam produk makanan, terutama jika temperatur dan kelembaban
memungkinkan.
A.
Waktu
Pembekuan
Faktor utama
yang mempengeruhi proses pembekuan adalah waktu pembekuanya, dimana setiap
bahan pangan memiliki kandungan yang menyebabkan waktu yang pembekuannya pun
berbeda – beda.
Diagram pembekuan
air dan bahan makanan
Persamaan Plank
Pada gambar ini diasumsikan bahwa bahan
lempengan berasal dari air murni, karena persamaan plank menolak bahan yang
belum beku. Suhu awal diasumsikan sama dengan suhu awal pembekuan material,
pindah panas pada satu dimensi dan panas laten.
Berikut persamaan yang
digunakan untuk mencari persamaan plank:
Sehingga persamaan
Plank yang kita ketahui:
Contoh Soal:
Persamaan
Pham
Beberapa asumsi digunakan untuk
penggunaan metode pham:
1. Kondisi
lingkingan konstan
2. Suhu
awal konstan
3. Nilai
untuk suhu akhir tetap
4. Pindah
panas pada suatu objek dijelaskan pada Hukum Pendinginan Newton
Contoh Soal:
Prediksi Waktu
Pembekuan Pada Benda Dengan Bentuk Tak Hingga
Contoh Soal:




Komentar
Posting Komentar